Tren Staycation bantu Perusahaan Online Travel Agent bertahan saat Wabah Covid-19

Tren Staycation
Tren Staycation

Tren Staycation bantu Perusahaan Online Travel Agent Bertahan di Tengah Wabah Pandemi Covid-19

Ikatan Perhotelan Indonesia | The News – Bisnis startup penyedia layanan wisata alias online travel agent sangat terpuruk akibat pandemi Covid-19. Namun tren berwisata di dekat rumah atau staycation mendongkrak transaksi di beberapa platform online travel agent ditengah terpuruknya permintaan layanan.

Salah satu online travel agent seperti Pegipegi mencatat peningkatan yang cukup baik dari tren staycation berdasarkan data occupancy penginapan pada periode libur natal dan tahun baru 2021 lalu. Menurut data yang kami peroleh tren staycation masih dikota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, dan Bali.

Besaran peningkatan tersebut tidak merinci. Namun survei Pegipegi terhadap 1.490 responden selama 9-16 November 2020 lalu memang menunjukkan bahwa 75% ingin berpergian pada akhir tahu baru.

Tren staycation sudah terlihat sejak diberlakukannya pembatasan sosial berskala besaar (PSBB) transisi pada juni 2020. Metode wisata ini dipilih karena menjadi alternatif liburan yang aman ditengah permasalahan pandemi wabah Covid-19.

Kami memperkirakan staycation tetap menjadi tren selama wabah Covid-19 melanda, meski peningkatan kasus harian positif Covid-19 di Indonesia terus meningkat dan masih sangat tinggi.

CHSE yang diterapkan KEMENPAREKRAF memudahkan pelanggan dalam mencari akomodasi penginapan yang menerapkan protokol kesehatan sehingga sedikit memberikan rasa aman walaupun tidak 100% melindungi dari wabah Covid-19. KEMENPAREKRAF dan Pelaku Bisnis Industri Perhotelan terus menghimbau seluruh masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan ketika berpergian.

Riset dari SurveySensum terhadap 500 responden di lima kota besar pada 10-15 Desember 2020 juga menunjukkan 37% berencana berwisata pada musim libur akhir tahun lalu. Sebanyak 54% diantaranya berpergian ke kota terdekat.

Berdasarkan survei Traveloka selama Mei-Oktober 2020, sebanyak 30% pelanggan ingin berwisata kembali pada akhir tahun lalu. Jumlah responden yang disurvei berbeda-beda, mulai dari 901 hingga 3.291 orang perbulan. Co-Founder Traveloka Albert Zhang mengatakan bahwa masyarakt mulai ingin berpergian. Berdasarkan data internal perusahaan, pemesanan tiket transportasi darat meningkat sejak Agustus hingga akhir 2020.

Tren staycation pun menjadi salah satu faktor pendorong pemulihan transaksi di platform online travel agent khususnya di Indonesia. Unicorn ini pun menggelar promosi pada November 2020, yang mendongkrak transaksi 13 kali lipat. Sedangkan transaksi di Vietnam mencapai 100% ke tingkat pra-pandemi Covid-19 sejak Juli 2020.

Related Articles